Suka-duka hidup bersama mertua

Sesuai dengan permintaan mertua untuk tinggal bareng dulu minimal 3 bulan (sambil furnish unit apartemen yang akan kami tinggali nanti), banyak suka-duka yang sudah aku alami sampai hari ke-19 ini. I wonder if you have the same feeling or hear the same story from your married friends?

Minusnya:
– Mesti jaim! Jangan harap bisa bangun siang-siang or pake baju suka-suka (well, bisa aja sih klo kamu mau tetep begitu, asalkan sanggup tebel muka n tutup kuping. klo buatku, aku kwatir tar ortuku yg diomongin >.<)
– Serasa numpang/bertamu, coz mau gimanapun, ga bisa merasa bahwa itu adalah rumah sendiri
– Merasa diawasi… ya mungkin ini perasaan sendiri aja sih, tapi sedikit banyak bisa ada perasaan kaya begini kalau misalkan ada omongan sejenis “beli xxx?” or “xxx yg kemarin gamau dixxx?” or “ga suka ya makan xxx?kok ga diambil pas sarapan tadi?”
– Apa-apa sungkan. Mungkin karena merasa sebagai fresh-comer kali ya? Jadi kayanya apa-apa tuh kita yang harus menyesuaikan diri, misalkan: jam mandi pagi (cari tau dulu yg lain kebiasaannya mandi jam berapa?trus aku baru sesuaiin supaya ga bentrok), pemakaian mesin cuci n gantungan, dll.
– Berkurang waktu pulang malam/pergi main. Bukan karena ga dikasih sih, tapi karena udah ga ada mobil sendiri lagi, jadi mo kemana-mana harus repotin hubby. bisa sih jalan kaki klo rajin, tapi pas pulang juga harus minta dibukain pintu, kayanya repot banget (sebelumnya hubby ada nawarin dibikinin duplikat kunci, tapi berhubung cuma bentar n kemungkinan keluar sendiri kecil, jadi lom terima offer ini, bis kayanya ribet.. ya kecuali klo langsung dikasih x ya :p) Lagipula, klo mau pergi kemana2, kayanya ditungguin pulang dan ditanyain kemana, jadi aga malas.
– Beda lidah. Mama mertua adalah ibu rumah tangga yang baik banget, setiap hari pasti nyiapin masakan. Cuma karena beda kebiasaan n lidah, beberapa masakan mertua terasa punya rasa yang lebih asin daripada yang biasa aku makan. Tapi ada beberapa sayur yang mantap abis menurutku loh!!!

Plusnya:
+ Dianggap anak sendiri. Kalau sebelumnya sering denger tentang mertua yang minta menantu ini itu, so far sih aku ga ngerasain hal-hal kaya gitu. Papa mama mertua baik banget dan cincai sama aku. Ga expect yg aneh2 or sulit dari aku, malahan mereka bisa kwatirin n merhatiin aku ^^
+ Disupport sama hubby. Hubby sadar kalau aku masuk ke keluarga mereka, mungkin akan ada hal yang ga sreg or beda. Jadi di awal-awal masuk, hubby selalu nanya n wanti-wanti buat kasih tau dia kalau ada yg aku perluin atau ga suka. dan ngomongnya ga cuma satu kali loh… bisa beberapa kali dan terasa bener2 diperhatiin. Pernah sekali aku ga ngomong apa-apa, tapi hubby bisa tau aku ada di situasi yang aku ga nyaman. Hubby pun bantu cari jalan tengahnya ^^ *touched*
+ Segala ketidaknyamanan yang terjadi (ga banyak) itu bukan faktor orang, tapi memang beda kebiasaan/budaya. Jadi so far so good.
+ Balance in work and leisure. Ini termasuk perubahan positif buatku yang lahir di lingkungan keluarga workaholic. Kalau di keluarga ini, setelah jam kerja/pada saat hari libur,, pasti akan ada acara jalan-jalan/nyantainya. banzai!!!
+ Irit. Beneran loh…. kemarin ini, sebagai menteri keuangan baru di virlies family, aku dah itung2 dan bikin proyeksi keuangan keluarga kami. Dan pressure keuangan belum terlalu terasa saat ini karena banyak pos2 pengeluaran yang lom bener-bener kami keluarin lantaran masih tinggal di rumah mertua. Suer!

Kurang lebih begitu deh plus-minusnya.. tapi secara garis besar sih semua baik. Ada beberapa hal pun sebetulnya datang dari perasaan dan pikiran sendiri (sungkan sendiri). Bahkan kalau dipikir-pikir, beberapa poin plus dan minus itu sebetulnya berkaitan. Misalnya ya… Karena aku diperhatiin, makanya bisa merasa diawasi. Karena takut aku kelaperan/makan ga cocok, makanya bisa ditanyain/suruh makan mulu. Begitu juga kalau keluar malam pasti ditungguin. Bagaimanapun, mertua pasti merasa punya tanggung jawab atas menantunya. Kalau sampe menantu kenapa-kenapa di bawah pengawasan mereka, gimana mau pertanggung jawabkan ke ortu kita. ya kan?

Jadi dinikmatin aja deh…hahahaha… Apalagi setelah menyelesaikan proyeksi perhitungan keuangan keluarga kemarin…bener deh…nikmatin aja dulu masa-masa tinggal sama mertua. Hahahaha…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s